Sebagai bagian dari pembiasaan kehidupan beragama di sekolah, UPTD SMP Negeri 3 Grogol melaksanakan rangkaian kegiatan keagamaan yang semestinya berlangsung pada Jumat, namun dilaksanakan lebih awal pada Kamis. Penyesuaian waktu tersebut tidak mengurangi makna kegiatan, justru menjadi ruang bagi seluruh warga sekolah untuk menjalankan ibadah sekaligus belajar menghargai keberagaman keyakinan dalam suasana yang damai dan penuh kebersamaan.

Pada hari tersebut, kegiatan keagamaan berlangsung dalam bentuk yang disesuaikan dengan keyakinan masing-masing. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di aula sekolah, kegiatan doa di Pura Widya Loka, serta kegiatan ibadah di Gereja Imanuel menjadi bagian dari pengalaman bersama warga sekolah dalam menjalankan kehidupan beragama.

Kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas keagamaan, tetapi menjadi wujud nyata moderasi beragama di lingkungan sekolah. Murid belajar bahwa setiap orang memiliki keyakinan yang perlu dihormati, sementara kebersamaan sebagai keluarga besar sekolah tetap dapat dibangun melalui sikap saling menghargai dan bekerja sama.

Keberagaman yang Hadir dalam Keseharian

Kehidupan sekolah mempertemukan murid dengan latar belakang dan keyakinan yang beragam. Kondisi tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata untuk memahami bahwa setiap orang memiliki hak menjalankan keyakinannya dengan aman dan nyaman.

Dalam keseharian, moderasi beragama diwujudkan melalui sikap menghormati ibadah orang lain, tidak memaksakan keyakinan, menjaga tutur kata, menghargai perbedaan, serta tetap bekerja sama dalam berbagai kegiatan tanpa membeda-bedakan.

Dengan demikian, keberagaman tidak menjadi penghalang untuk membangun persahabatan dan kebersamaan.

Satu Perayaan, Beragam Makna Kebersamaan

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman bahwa kebersamaan tidak selalu berarti melakukan hal yang sama. Setiap umat dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya, sementara warga sekolah lainnya memberikan ruang dan penghormatan.

Dari peringatan Maulid Nabi, murid belajar tentang kasih sayang, akhlak, persaudaraan, dan sikap menghormati sesama. Sementara dari pengalaman hidup bersama dalam keberagaman, murid belajar menerapkan nilai tersebut melalui toleransi, kepedulian, dan sikap saling menghargai.

Inilah salah satu bentuk pendidikan karakter yang berlangsung secara nyata: belajar menghargai perbedaan melalui pengalaman hidup bersama.

Menjadikan Moderasi Beragama sebagai Budaya

Sebagai Sekolah Moderasi Beragama Kabupaten Kediri, SMP Negeri 3 Grogol terus berkomitmen membangun budaya sekolah yang damai, inklusif, dan menghargai keberagaman.

Moderasi beragama tidak cukup disampaikan melalui materi atau slogan. Nilainya perlu hadir dalam kebiasaan sehari-hari, seperti ketika murid menghormati teman yang sedang beribadah, bekerja sama tanpa membedakan keyakinan, menjaga ucapan, dan menyikapi perbedaan dengan cara yang baik.

Pembiasaan tersebut diharapkan membentuk murid yang religius, toleran, peduli, mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab dalam menjaga kerukunan.

Bersama dalam Damai, Tumbuh dalam Keberagaman

Pengalaman bersama di SMP Negeri 3 Grogol menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpisah. Justru melalui keberagaman, murid memiliki kesempatan untuk belajar memahami orang lain dan membangun kehidupan yang harmonis.

Satu sekolah, beragam keyakinan. Saling menghargai, hidup berdampingan. Bersama dalam damai, tumbuh dalam keberagaman.

Nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dalam diri setiap murid, tidak hanya selama berada di sekolah, tetapi juga ketika berada di keluarga dan masyarakat.

IG

Dokumentasi kegiatan dapat dilihat melalui unggahan Instagram SMP Negeri 3 Grogol berikut:Dokumentasi Kegiatan Moderasi Beragama SMP Negeri 3 Grogol

Buka Instagram →