BATIK WIRADIBYA: Manifestasi SMP Negeri 3 Grogol dalam menjaga Kearifan Lokal ditengah Modernisasi
2 mins read

BATIK WIRADIBYA: Manifestasi SMP Negeri 3 Grogol dalam menjaga Kearifan Lokal ditengah Modernisasi

Dengan rasa bangga dan penuh haru, bersamaan dengan Dies Natalis SMP Negeri 3 grogol ke 25, pada hari ini, Senin, 5 Februari 2024 telah dirilis Batik Wiradibya sebagai identitas khas sekolah sekaligus upaya nyata dalam melestarikan budaya lokal. Lebih dari sekadar seragam sekolah, batik ini merupakan simbol kebanggaan yang merepresentasikan semangat dan nilai-nilai luhur. Rasa haru dan bangga pun menyelimuti seluruh warga sekolah, melihat bagaimana batik ini menjadi wujud nyata kecintaan terhadap budaya sendiri. Proses pembuatannya melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, siswa, dan masyarakat, menjadikannya sebagai ajang pembelajaran serta pemberdayaan komunitas. Selain itu, batik ini turut membuka peluang ekonomi kreatif bagi pengrajin lokal dan memperkaya metode pembelajaran berbasis budaya.

Motif batik ini, yang diberi nama Batik Wiradibya, memiliki makna mendalam tentang keteguhan dan keikhlasan dalam menjaga kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Motifnya terinspirasi dari berbagai keunikan alam, budaya, serta keunggulan yang layak diperkenalkan kepada dunia.

Ragam stilasi yang digunakan dalam batik ini mencerminkan identitas, inovasi, dan prestasi sekolah yang terus berkembang. Beberapa elemen utama yang ada dalam motif ini antara lain:

  1. Stilasi Jaranan dan Barongan – Menggambarkan kesenian khas Kediri yang telah lama tumbuh dan berkembang. Jaranan yang menghadap ke dua arah dan barongan yang menghadap ke depan melambangkan keberanian serta perlindungan dari hal-hal buruk.
  2. Stilasi Buah Mangga Podang – Melambangkan komoditas unggulan Kabupaten Kediri, sekaligus menjadi doa agar seluruh warga SMPN 3 Grogol selalu sejahtera dan berkecukupan.
  3. Stilasi Pohon Singkong – Melambangkan mata pencaharian masyarakat sekitar serta filosofi kehidupan, yaitu tetap mengingat asal-usul meskipun telah mencapai kesuksesan.
  4. Stilasi Pesawat – Terinspirasi dari Bandara Dhoho Kediri, mencerminkan semangat siswa-siswi untuk meraih cita-cita setinggi langit.
  5. Stilasi Pena dan Obor – Mengacu pada simbol SMPN 3 Grogol, merepresentasikan pencarian ilmu pengetahuan untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain memiliki makna filosofis yang mendalam, Batik Wiradibya juga mengusung perpaduan warna yang penuh simbolisme, seperti biru, putih, kuning keemasan, dan abu-abu. Warna-warna ini mencerminkan semangat, daya juang, keikhlasan, ketekunan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Dengan hadirnya Batik Wiradibya, SMPN 3 Grogol tidak hanya berupaya menjaga dan melestarikan budaya, tetapi juga menciptakan warisan yang menghubungkan sekolah dengan masyarakat. Batik ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menghargai nilai-nilai tradisi sambil menatap masa depan dengan penuh optimisme. Rasa haru dan bangga semakin menguat ketika melihat bagaimana Batik Wiradibya menjadi simbol inovasi dan prestasi sekolah dalam mengembangkan pendidikan berbasis budaya serta membangun karakter siswa yang berakar pada kearifan lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *