Peran Calon Guru Penggerak dalam Meningkatkan Pemahaman Disiplin Positif Melalui Kegiatan Kombel
2 mins read

Peran Calon Guru Penggerak dalam Meningkatkan Pemahaman Disiplin Positif Melalui Kegiatan Kombel

Pada hari Rabu, 14 Agustus 2024, komunitas belajar (Kombel) mengadakan kegiatan diskusi dan pelatihan dengan tema Disiplin Positif. Kegiatan yang berlangsung di Ruang TIK ini dihadiri oleh 32 peserta dan menghadirkan dua pemateri ahli, yaitu Musiin, S.Pd., M.Pd., dan Pratama Fitri Syadidah, M.Pd., yang merupakan calon Guru Penggerak. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai disiplin positif serta cara penerapannya dalam dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Disiplin Positif

Disiplin positif adalah pendekatan dalam mendidik yang menekankan pada komunikasi, pemahaman, dan bimbingan yang membangun karakter anak tanpa menggunakan hukuman yang bersifat merugikan. Dalam sesi pemaparan, pemateri menjelaskan bahwa disiplin positif tidak hanya berfokus pada mengoreksi perilaku, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran diri pada anak.

Beberapa prinsip utama dalam disiplin positif yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi:

  1. Membangun hubungan yang hangat dan penuh rasa hormat antara pendidik dan anak.
  2. Menetapkan batasan yang jelas dan konsisten dalam proses pembelajaran.
  3. Memberikan konsekuensi yang logis dan edukatif, bukan hukuman yang bersifat menakutkan.
  4. Mendorong anak untuk berpikir solusi daripada sekadar menerima hukuman.
  5. Menjadi teladan dalam menerapkan perilaku positif di lingkungan belajar.

Diskusi dan Interaksi Aktif

Setelah sesi pemaparan, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penerapan disiplin positif. Beberapa tantangan yang dihadapi oleh para pendidik dan orang tua dalam menerapkan konsep ini juga menjadi bahan diskusi yang menarik. Pertanyaan seperti “Bagaimana menghadapi anak yang tetap melanggar aturan meskipun sudah diberikan penjelasan?” dan “Bagaimana membedakan disiplin positif dengan hukuman tradisional?” dijawab oleh pemateri dengan solusi konkret dan berbasis pengalaman praktik.

Peserta juga diajak untuk melakukan simulasi kasus, di mana mereka diminta untuk mencari solusi terhadap berbagai permasalahan disiplin yang sering terjadi di sekolah atau rumah. Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai bagaimana menerapkan disiplin positif secara efektif.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan

Dari hasil diskusi dan pelatihan, peserta menyepakati bahwa penerapan disiplin positif memerlukan kesabaran, konsistensi, serta komunikasi yang baik antara pendidik, orang tua, dan anak. Diharapkan setelah kegiatan ini, para peserta dapat menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam lingkungan masing-masing sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih positif dan kondusif.

Kegiatan ini ditutup dengan kesimpulan dari pemateri dan harapan agar komunitas belajar terus mengadakan pelatihan serupa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengasuhan berbasis pendekatan yang lebih konstruktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *